Rabu, 23 Februari 2022

Kumpulan cerpen karya kelas 5 sdn 4 cirahab

Kumpulan Cerpen  (Cerita Pendek) kelas 5 SD Negeri 4 Cirahab

Karya: khofiah Dwi anita 
Tema: Pentingnya hak dan kewajiban 

Siang itu, jam dinding menunjukkan pukul 11.00, artinya tidak lama lagi pelajaran akan selesai dan kelas akan pulang. Akupun melihat pak guru mata pelajaran Kewarganegaraan telah mengemaskan peralatan belajarnya dari atas meja ke dalam tas.

Setelah semuanya telah siap untuk pulang, keadaan kelas begitu senyap dan diam, karena tau guru kewarganegaraan ini sangat tidak suka sekali kelas yang gaduh. Bahkan saking heningnya, suara motor dan kendaraan lain dijalan yang berjarak lebih dari 100 meter dari sekolahku terdengar. Tiba-tiba pak guru memecah keheningan dengan mengajukan pertanyaan kepada kami.

“Anak-anak sebelum pulang bapak ingin bertanya kepada kalian semua, menurut kalian, apakah hak dan kewajiban penting?” kata Pak Guru dengan tangannya memangku dagunya.

Kemudian almira, kawan yang duduk sebelahku menjawab sambil mengangkat tangannya.

“penting, pak..” jawabnya.

“Adalagi yang lain?” sambung pak guru.

Akupun memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut...” jawabku.

"Penting pak karena kalau tidak ada hak dan kewajiban akan menjadi lebih kacau

“Jawaban kalian itu semua tidak salah, semuanya benar. Tapi, di balik itu semua ada sesuatu yang harus dimiliki danam hak dan kewajiban” pungkas Pak Guru.

Kami serentak kebingungan lalu bertanya kepadanya.

“Lalu jawabannya apa, Pak?” tanya kami dengan penuh penasaran.

“kesadaran tentang hak dan kewajiban warga negara menjadi suatu yang harus diketahui oleh segenap masyarakat” jawab Pak Guru.

Dia menjelaskan bahwa negara yang maju adalah negara yang memiliki budi pekerti yang baik yang ada pada setiap insan warga negaranya. Warga yang bisa menghargai satu sama lain dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

Karya : Hafiz

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat pintar dan baik hati. Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena sikapnya tersebut. Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun sangat sombong. Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di sekolahnya.

Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan membaca pidato dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan lolos.

Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti ia akan juara. Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato. Ita pun dipanggil lebih dulu, sang juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba. Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi juara 1 sedangkan Ita harus menahan air matanya karena dia tidak menang sama sekali.

Karya: Alya
Tema: Sumpah Pemuda

Siang itu jam dinding menunjukan pukul 11.00

Dan kelas akan selesai dan akan pulang

Pak guru pun menyuruh mereka untuk berkemas kemas dan berdoa

Setelah berdoa selesai

Pak guru bertanya "anak anak siapa yang bisa menjawab boleh pulang"

Lalu pak pak guru bertanya

"Sebutkan sumpah pemuda yang ke 3"

Lalu kanza menjawab

"Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia"

Lalu pak guru menjawab"betul kamu boleh pulang"

Dan setelah itu teman teman saya menunggu saya

Dan pak guru bertanya lagi

"Apa sumpah pemuda yang ke 2"

Lalu saya memberanikan diri

Untuk mengacungkan jari

Sayapun menjawab"kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia"

Lalu pak guru menjawab "oke betul kamu boleh pulang"

Dan setelah itu saya dan tema. Teman saya pulang

Karya : Sely
Tema : Sahabatku

Duh ko nggak ketemu aku panik seketika 

Tanganku mengaduk isi tas secara brutal. Pasalnya ponselku tidak ada di dalam tas. Bagaimana ini? 

Seingatku, aku sudah memasukan ponsel berwarna hitam itu ke dalam tas setelah mengecek pesan dari ibu.walaupun sedikit ragu, akubingat betul

Apa mungkin tertinggal di atas meja, ya? 

Pikirku.

Bagaimana ini?  pasti ruanganya sudah di kunci

Tidak berselang lama, tiba tiba seseorang menyodorkan benda berbentuk kotak pipih tepat di depan wajahku.benda itu adalah sebuah ponsel dengan casing berwarna hitam, karena tak asing dengan ponsel tersebut, aku memngangkat wajahku. Wajah yang tadinya tak karuan dan hampir menangis, sekarang aku merasa lega. 

Alhamdulillah aku mengambil ponselku dari genggaman tanganya dan bersorak gembira. Aku mengucap syukur berkali kali.

Makanya jangan ceroboh katanya menasehati ku.

Dia tak pernah bosan denganku menjadi pendengar setia ku dengan segala lupaan curahan isi hatiku,ia tak pernah lelah dengan keluh kesahku. Ketika aku menghadapi deadline atauu saat aku tak menemukan ide untuk menulis. Dia juga yang memotivikasi untuk  tetap berjuang  menggapai cita-cita ku.dia adalah energi positif dalam hidupku. 

Sampai pada akhirnya,aku tak tau apakah ini masih bisa di katakan persahabatan atau tidak. Ketika dia secara gamblangnya mengatakan sesuatu yang tak pernah aku sangka sebelumnya.dia mampu membuatku mematung dan membeku di tempat.

Reaksi tubuhku langsung berubah. Akubmerasakan panas dingin.jantungku seperti  bermain drum, menggebu-gebu. 

Jadilah sahabat dalam hidupku.  Mendamping ku sampai maut memisahkan 

Aku tak tau harus apa. Bodohnya, aku hanya diam dan kaku tak bergerak. 

Perasaanku sungguh tak karuan.

Ini semua mengejutkan ku. 

Hehe,maaf makasih yah,aku hanya bisa nyengir lebar,memperlihatkan deretan gigiku yang rapi dan bersih. 

Aku memang ceroboh jika meletakan barang,mengingat diriku yang pelupa, untungnya aku memiliki sahabat sepertinya. Satu-satunya lelaki yang bersahabat denganku, siapa lagi yang menemukan dan mengamankan ponselku jika bukan dia. 

Dia adalah sahabatku yang paling baik,pengertian.selalu ada untukku. Mengisi dan melengkapi kekuranganku. Walaupun kami sering bertengkar ,namun dialah yang selalu mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu.tak pernah memandang siapa yang bersalah,ia akan dengan senang hati meminta maaf. Tipe lelaki yang mudah memaafkan.aku sangat senang bersahabat denganya. 

Dia tak pernah bosan denganku. Menjadi pendengar setia ku dengan segala lupaan curahan isi hatiku. Ia tak pernah lelah dengan keluh kesahku.ketika aku menghadapi deadline atau saat aku tak  menemukan ide untuk menulis, dia juga memotivikasi untuk tetap berjuang menggapai cita-cita ku.dia adalah energi positif dalam hidupku.     

Karya: Noval
Tema: Akibat Tidak Disiplin

Roni seorang karyawan di salah satu PT swasta, ia termasuk karyawan yang pintar namun ia kurang disiplin sering terlambat dan menyepelekan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Suatu hari Roni ditugaskan mengerjakan proyek diluar kota, karena dirumah ia tidak pernah bisa bangun jika tidak dibangun oleh ibunya, diluar kota ia tidak bisa bangun sendiri, hal ini bukan hanya menyebabkan ia telat bekerja namun juga kehilangan proyek berharga perusahaan tempat ia bekerja.

Keesokan harinya setelah ia kembali ke ibu kota dan masuk kantor, ia dipanggil atasannya.

“Apa yang kamu lakukan Roni kenapa kamu tidak menghadiri pertemuan itu” tanya atasan Roni.

“Saya tidak bisa bangun pagi jika tidak dibangunkan ibu saya pak” jujur Roni.

“Saya kecewa kamu menyepelkan tugas dari saya dan merusak kepercayaan saya, kesalahanmu fatal namun karena kamu telah banyak membantu perusahaan saya, saya tidak akan memecat kamu namun maaf kamu harus turun jabatan” tegas atasan Roni

“Baik pak” balas Roni membantah pun percuma ini salahnya.

Dari sana Roni bertekad untuk bisa hidup lebih disiplin lagi dari sebelumnya.

Karya: Ahsya
Tema: Akibat Tidak Disiplin

Roni seorang karyawan di salah satu PT swasta, ia termasuk karyawan yang pintar namun ia kurang disiplin sering terlambat dan menyepelekan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Suatu hari Roni ditugaskan mengerjakan proyek diluar kota, karena dirumah ia tidak pernah bisa bangun jika tidak dibangun oleh ibunya, diluar kota ia tidak bisa bangun sendiri, hal ini bukan hanya menyebabkan ia telat bekerja namun juga kehilangan proyek berharga perusahaan tempat ia bekerja.

Keesokan harinya setelah ia kembali ke ibu kota dan masuk kantor, ia dipanggil atasannya.

“Apa yang kamu lakukan Roni kenapa kamu tidak menghadiri pertemuan itu” tanya atasan Roni.

“Saya tidak bisa bangun pagi jika tidak dibangunkan ibu saya pak” jujur Roni.

“Saya kecewa kamu menyepelkan tugas dari saya dan merusak kepercayaan saya, kesalahanmu fatal namun karena kamu telah banyak membantu perusahaan saya, saya tidak akan memecat kamu namun maaf kamu harus turun jabatan” tegas atasan Roni

“Baik pak” balas Roni membantah pun percuma ini salahnya.

Dari sana Roni bertekad untuk bisa hidup lebih disiplin lagi dari sebelumnya.

Nama: Almira putri Fatonah
Tema: Mencari ilmu

Pada siang hari di sekolah pada pukul 09.42 pada waktu itu saya sedang mengerjakan tugas dari pak guru.

Keadaan kelas begitu senyap dan diam ,dan waktu tugas kami sudah selesai pak guru mengajukan pertanyaan.

"Anak anak apakah kalian tau apa yang kalian dapat disekolah?"kata pak guru yang sedang mengajukan pertanyaan.

Dan Isa taman saya yang duduk didepan ku menjawab dengan mengangkat tangan 

"Materi pak".... jawabannya

"Apa ada yang lain lagi?"kata pak guru

Dan saya memberanikan diri untuk menjawab

"Mendapat pelajaran".... jawabannya

"Jawaban kalian benar tetapi dibalik semua itu ada sesuatu yang kita dapatkan di sekolah"kata pak guru

Kami kebingungan dan bertanya kepada pak guru.

"Lalu jawabannya apa pak?"tanya kami dengan penasaran 

"Sesuatu itu adalah ilmu"jawab pak guru

Dan pak guru menjelaskan bahwa kita datang ke sekolahan untuk mencari ilmu,dan kita pulang membawa ilmu karena ilmu itu sangat penting bagi masa depan kita.

Karya: Resti deviyana
Tema: Menghafalkan  sumpah pemuda 

Pagi, itu jam dinding menujukan angka 06.00

Lina berangkat sekolah 

Pada saat lina sampai sekolah lina belajar menghafalkan sumpah pemuda 

"Bel" pun berbunyi tandanya tidak lama lagi pelajaran akan di mulai...

Pada saat pelajaran 

di mulai pak guru bertanya 

"Siapa yang bisa  sumpah pemuda"  

Lina pun menjawab

"Saya, pak" 

Dan saat lina selesai membaca sumpah pemuda 

Pak guru berkata seperti ini

"Anak anak buka halaman 17"

"Dan kalian kerjakan"

Pada saat selesai mengerjakan pak guru berkata seperti ini

"Yah yang sudah istirahat"

Kata kata untuk sumpah pemuda

Indonesian butuh generasi muda yang, kuat, tangguh, tekad memajukan bangsa indonesia kemajuan suatu bangsa terletak di gengaman para muda

Karya: Idham  Zirron Alfariz
Tema: Anak kembar siBoy dan siRoy

BOY dan ROY Adalah dua anak kembar yg sangat mirip.Bukan identik,tp wajahnya dan poster tubuhnya hampir sama.sifat keduanya juga hampir sama,sedikit jahil pda siapa pun ,Kedua orang tuanya membuka usaha warung di depan rumah mereka.Membuat keduanya sering sekali harus terlibat menjaga warung.Sejujurnya mereka sedikit tidak menyukainya,tp demi membantu orang tua mereka tetap melakukanya.

Suatu hari hanya ada sang ayah dan kedua si kembar itu yg ada di rumah.Si ibu masih belanja keperluan warung .

Seseorang memangil diwarung sepertinya akan belanja.

Boy, ada yang beli tuh,"Printah si Ayah .

Salah satu si Kembar yg duduk disebelahnya diam.Tidak menangapi baik kata-kata atau pun berindak seperti yg di printahkan oleh Ayah.

"Boy!" Sentak si ayah lebih keras.Tanpa mengalihkan pandagan dari layar kaca yg sedang menanyakan berita kesukaanya.

Kesal dengan anaknya yg tak menuruti perintah.Si Ayah berdiri dengan kedua tangan di pinggang.

"Boy ,kamu bisa di printah ngga sma orang tua?" Bentak si ayah yg sudah kesal.

Ini Roy ,yah. Bukan Boy .

Boy yg lg ada di belkang ,"kata Boy dengan santainya.

Tak merasa bersalah sedikit pun.

Si Ayah terdiam sesaat.

Bener kata Roy ,anak yg duduk disebelahnya itu memang bernama Roy ,bukan Boy,"Memangnya kalo bukan kamu yg di printahkan tidak bisa kalo kamu?" Si Ayah tidak mau kalah.

Lah ,nggak bisa gitu dong, Yah . Kalau memang Aku hrus menurut saat Ayah printah Boy,Ayah harusnya mengganti namaku dengan Boy.

Biar dia yang jadi. Roy dan aku jadi Boy.

Like Father like son.Sifat mereka memang sama.mungkin sifat si anak benar benar mewarisi si ayah .

"Ya sudah,kamu saja ROY!"perintah si ayah.

"Ngga bisa dong ,yah.ayah ngga konsisiten banget .kalau perintah untuk boy,ya untuk boy saja. Jangan seenaknya saja mengubahnya jadi menjadi untuk ROY".

"Bocah nakal," gerutu sang ayah."BOY!!!" si ayah berteriak memanggil anak kembarnya yang satu lagi .

Si pembeli yang ada di warung itu kasihan sekali.menunggu lama untuk pemilik warung yang berdebat tidak penting,sabar ya."BOY"!!!.

si anak yang merasa dirinya di panggil akhirnya muncul dengan nafas ngos ngosan ."ada apa si yah? Aku lagi nguras bak mandi ,"katanya sedikit kesal. " "Tidak jadi, teruskan saja sana !".

Tidak tega melihat anaknya yang sudah lelah, akhirnya si ayah memutuskan untuk melayani sendiri pembeli di warungnya, tidak akan mudah untuk memerintah anak satunya lagi .

Dalam hati mengingatkan dirinya untuk melihat lebih dulu wajah anaknya sebelum memerintahnya. Kalau tidak pasti akan berujung seperti ini lagi.

Usai menjaga warungnya sebentar, si ayah kembali duduk di tempat semula. Salah satu dari si kembar masih duduk di sana. Tanpa mempedulikan si anak, si ayah berlangsung duduk saja. Ia masih kesal dengan kejadian sebelumnya.

Tak berapa lama, seseorang datang lagi mengunjungi warungnya. "ROY!" sentah ayah.

Tidak ada balasan sama sekali, padahal dari ujung matanya si ayah bisa masih melihat ada sosok sianak disana.

"ROY!"ulang si ayah dengan nada meninggi.

Lagi lagi, sianak hanya diam di tempatnya tak menyahut panggilan sang ayah.

"Ro_"kalimat si ayah tidak berlanjut saat menoleh ke sebelah.

Bukan Roy yang ada di sana, melainkan boy. Pantas saja sejak tadi tidak menyahut juga.

"Ka_" siayah lagi lagi tidak bisa melanjutkannya.hatinya kembali kesal.Mengingat hal tadi ,sekarang pun pasti akan seperti itu jika ia mendebatnya.

Jika keduanya sma saja,otak mereka malah sepertinya sama.

SiAyah ahirnya bangkit ,menahan amarah dan pergi ke warung .

Bukanya pembeli benran yg ada di sana ,malah salah satu dari si kembar .

Sengaja menjahilinya dengan berpura-pura menjadi pembeli.Emosi SiAyah tentu sja meningkat seketika.Di kejarnya si Roy dengan membawa sapu lidi yg bisa di rainya.

"Ada apa sih Yah? Kenapa Boy di kejar kejar se…

Karya: Mohamad ilham
Tema: Anak Pemalas

Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas beraktivitas. Ada yang hanya ingin rebahan dirumah menghilangkan penat selama satu minggu beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur. Banu memilih opsi pertama, Banu memilih bersantai rebahan dirumah, dan parahnya Banu aka selalu merasa kurang dengan liburnya.

“Banu bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya ibunya.

“Bu Banu masih capek, banu bolos sehari ya.” Banu memelas pada ibunya.

“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan menuntut ilmu” Jawab ibunya menyanggah.

“Sehari saja bu, Banu tidur lagi.”

Melihat kelakuan Banu Ibunya geram, hingga ibunya mengajak Banu melihat anak keterbelakangan di suatu panti asuhan.

“Nah sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah sepertimu, namun tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah” Jelas ibunya, mereka masih di dalam mobil.

Dengan kejadian itu Banu tersadar dan mau berangkat sekolah walau terlambat. Diperjalanan menuju sekolah Banu melihat seorang anak yang pincang berseragam sekolah sama dengan nya, dalam hati Banu berkata, aku bersyukur masih punya fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.

Karya: Faiska
Tema: Anak yang rajin 

Lila adalah sang juara kelas,dia selalu mendapatkan rangking 1 di kelasnya.

"Lila sudah malam waktunya tidur" Kata ibunya

"Sebentar lagi Bu"

Kata Lila

"Sudah malam Lila" 

Kata ibunya

"Tinggal sedikit Bu" 

Kata Lila

"Besok kamu kesiangan" Kata ibunya

keesokan harinya

Lila bangun jam 04.30. Setelah itu langsung sholat subuh. Selang beberapa waktu Lila langsung mandi dan berangkat ke sekolah dengan tepat waktu.

Selagi ada waktu, mari kita manfaatkan waktu itu untuk belajar. Begitulah caranya menjadi anak rajin

Terima Kasih

Karya: Cherlisa azuhruf
Tema: di sekolahan

Pada pagi ini jam 07.30.kemudian bel sekolah pun berbunyi dan saya melihat pak guru akan segera ke sini kemudian pak guru datang dan mengucapkan salam

Kemudian pak guru bertanya siapa yang sudah mengerjakan pr dan ternyata teman saya lupa mengerjakan pr jadi teman saya dapat pr tambahan karena tidak  mengerjakan pr

Pada jam 09.30 saya istirahat kemudian pada jam 10.00 saya masuk ke kelas lagi dan belajar lagi setelah selesai jam pelajarannya dan saya pun pulang bersama teman - teman

Karya: Kanza nada saputri
Tema: Pentingnya Budi Pekerti

Siang itu,jam dinding menunjukan pukul 11.30,artinya tidak lama lagi pelajaran akan selesai dan kelas akan pulang.Aku dan teman temanku disuruh untuk berkemas kemas dan berdoa.

Setelah itu kami berdoa didalam hati,setelah berdoa pak guru mencegat kami untuk pulang karena pak guru ingin membuat pertanyaan.

"Anak - anak sebelum pulang bapak ingin bertanya kepada kalian semua,menurut kalian , apa yg dimaksud dengan Hak?" Kata pak guru .

Kemudian almira mengangkat tangannya

"Hak adalah sesuatu yg harus diterima,pak.." jawabnya.

"Benar kamu boleh pulang" jawab pak guru.

"Apa yg dimaksud dengan kewajiban" kata pak guru.

Akupun memberanikan diri untuk mengangkat tangan dan menjawab pertannyaan guru.

Dan saya mengangkat tangan.

"Kewajiban adalah sesuatu yang harus kita laksanakan" jawabnya 

"Benar kamu boleh pulang" kata pak guru.

Setelah semua menjawab kami semua pulang kerumah,aku dijalan tertawa dengan teman teman karena si alya membuat lucu dan aku dan teman temanku sampai sakit perut karena mendengar alya cerita lucu,sampainya dirumah sya berjanji kepada teman sya,sya berkata nanti jam 14.00 kita berangkat les ya di whatsaap ,setelah makan dan minum sya bersiap untuk pergi ke rumah pak arif untuk les.


Demikianlah contoh cerpen dari kelas 5  

Tags :

SDN 4 CIRAHAB

KI HAJAR DEWANTARA

  • " Ing ngarso sang Tulodo " ( Di depan memberi Contoh )
  • " Ing Madyo Mangun Karso " ( Di tengah Memberi Bimbingan )
  • " Tut Wuri Handayani " (Di belakang Memberi Dorongan )

  • : SD Negeri 4 Cirahab
  • : 13 Februari 1980
  • : Cirahab Rt03/04 Kec. Lumbir
  • : sdn4cirahab@gmail.com
  • : 087878789224

Posting Komentar