Kamis, 18 November 2021

MENGENAL KURIKULUM OPERASIONAL

Pada tahun ajaran baru 2021/ 2022 akan memberlakukan kurikulum baru yang disebut kurikulum operasional. Kurikulum. operasional beberapa satuan pendidikan memuat seluruh rencanal proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Operasional 

Posisi dan fungsi profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum sekolah adalah pertama sebagai tujuan jangka panjang segala proses pembelajaran yang berlangsung dit sekolah Kedua adalah kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap warga sekolah. Ketiga, benang merah yang menyatukan segala praktik yang dijalankan di sekolah.

Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagal dimensi kunci. Keenamnya saling. berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan. berkembangnya keenam dimensi tersebut secara l bersamaan, tidak parsial.

Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun, arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk kurikulum, pembelajaran, dan asesmen. Dari perspektif penyusunan kurikulum, Profil Pelajar Pancasila adalah tujuan besar (alm) atau aspirasi yang perlu dicapal, atau yang disebut juga dengan long-term outcomes (luaran jangka panjang). Profil Pelajar Pancasila merupakan interpretasi dari Tujuan Pendidikan Nasional dan visi pendidikan Indonesia, yang digunakan sebagai rujukan penyusunan Standar Nasional Pendidikan dan kurikulum.

Penyusunan Kurikulum Operasional 

Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional sekolah perlu menjadi dokumen yang hidup, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan Penyusunan dokumen kurikulum operasional sekolah dari awal, hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah, antara lain Tujuan Pendidikan Nasional, Profil Pelajar Pancasila, SNP, Struktur Kurikulum, Prinsip Pembelajaran dan Asesmen, serta Capalan Pembelajaran. Bagi yang sudah memiliki dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan, dapat langsung melakukan peninjauan dan revisi

Desain pembelajaran perlu dilakukan secara "mundur", diawali dari hasil akhir. Hasil akhir perlu dinyatakan agar seluruh warga satuan pendidikan berkomitmen dan berkolaborasi untuk mencapainya. Jika kurikulum hanya menuliskan sederet konten (materi) maka hal ini akan mengakibatkan semua orang bekerja secara terpisah-pisah Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar, mata pelajaran dan area belajar, kapan mata pelajaran dan area belajar, serta bagaimana mata pelajaran dan area belajar tersebut akan dihantarkan.

Pengorganisasian pembelajaran juga meliputi pengaturan mata pelajaran inti dan pilihan (tema tema), program ekstrakurikuler dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila yang dipelajari dalam satu tahun ajaran. Struktur kurikulum dalam bentuk kegiatan intrakurikuler muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok) Sedangkan strĂ¼tur kurikulum dalam bentuk projek penguatan profil Pelajar Pancasila berisi penjelasan tema dan pengelolaan projek pada tahun ajaran tersebut. Ekstrakurikuler. Gambaran ekskul yang menjadi ciri khas dan selaras dengan pencapaian tujuan satuan pendidikan. Cara program-program tersebut dikelompokkan Satuan pendidikan boleh memilih cara pengelompokkan, secara tematik mata pelajaran dan kombinasi. Pemetaan program Pemetaan program-program tersebut dalam satu tahun. ajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang sudah ditetapkan.

Satuan pendidikan boleh memilih cara pemetaan yang sesuai dengan kebutuhan, contoh: menggunakan kalender. pendidikan atau program tahunan atau program semester atau cara pemetaan yang lain, Pembelajaran berbasis projekt sebagal penguatan profil Pelajar Pancasila menggunakan 20 30% dari waktu total pembelajaran. Selanjutnya memecah tujuan dalam aktivitas-aktivitas yang akan dijalankan dalam waktu tertentu, pertahun/ semester/ kuartal/ term/ caturwulan/dil Kemudian membuat jadwal harian untuk lingkup kelas. (Sapt)

Sumber: Derapguru

Tags :

SDN 4 CIRAHAB

KI HAJAR DEWANTARA

  • " Ing ngarso sang Tulodo " ( Di depan memberi Contoh )
  • " Ing Madyo Mangun Karso " ( Di tengah Memberi Bimbingan )
  • " Tut Wuri Handayani " (Di belakang Memberi Dorongan )

  • : SD Negeri 4 Cirahab
  • : 13 Februari 1980
  • : Cirahab Rt03/04 Kec. Lumbir
  • : sdn4cirahab@gmail.com
  • : 087878789224

Posting Komentar